68 Tahun Status Perang, Korut dan Korsel Adakan Reuni Keluarga Terpisah

68 Tahun Status Perang, Korut dan Korsel Adakan Reuni Keluarga Terpisah

Korea Utara pertama kali terlibat konflik pada 25 Juni 1950, yang juga menjadi awal dari Perang Korea atau banyak juga disebut sebagai Perang Joseon.

Selama sekitar tiga tahun lamanya yakni hingga 27 Juli 1953, kedua negara yang sebenarnya bersaudara ini berperang hingga kemudian memutuskan untuk melakukan gencatan senjata.

Uniknya, status gencatan senjata tersebut terus berlangsung hingga tahun 2018 ini, sebelum ada pertemuan antara kedua pemimpin tertinggi negara.

Banyak yang menyebut bahwa perang antara Korea Utara dan Korea Selatan sebenarnya bukan murni perang di antara mereka berdua, melainkan antara Amerika Serikat yang ada di belakang Korea Selatan dan Uni Soviet yang bersama Korea Utara.

Setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet sama-sama mundur dari perang tersebut, malah Korea Utara dan Korea Selatan yang belum berhenti berperang.

Hingga tahun 2018 ini, kedua negara tersebut masih terus terlibat perang dingin dan banyak ancaman perang.

Namun setelah pertemuan di antara Korea Utara dan Korea Selatan pada tanggal 22 Juni 2018 lalu, masing-masing kepala negara sudah menyepakati untuk mengakhiri gencatan senjata.

Kedua delegasi yang berasal dari Seoul dan Pyongyang sama-sama menetapkan akan melakukan reuni yang mempertemukan kedua keluarga yang selama ini terpisah gara-gara perang Korea Utara dan Korea Selatan.

Reuni keluarga tersebut ditetapkan akan dilakukan selama seminggu, yakni pada tanggal 20 Agustus hingga 26 Agustus 2018 mendatang.

“Reuni akan diadakan dari tanggal 20 hingga 26 Agustus 2018 dan akan diikuti 100 peserta yang akan dipilih dari masing-masing pihak,” tulis Kementerian Unifikasi Korea Selatan dalam rilis mereka.

Reuni keluarga ini nantinya akan menjadi yang pertama sejak Oktober tahun 2015 lalu. Reuni ini direncanakan menjadi bagian dari agenda untuk mencairkan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan yang sempat memanas.

Nantinya, reuni keluarga ini akan dilakukan di sebuah resort yang terletak di Gunung Kumgang. Acara ini terbuka untuk umum, dan para peserta yang ingin mengikuti acara tersebut diharapkan bisa segera menumpulkan nama dan daftar diri sebelum tanggal 4 Agustus 2018 nanti.

Diperkirakan, peserta reuni keluarga ini akan mencapai jutaan orang, mengingat banyaknya keluarga yang sudah terpisah selama perang Korea.

Komunikasi di antara mereka juga sudah terputus karena selama ini Korea Utara melarang adanya komunikasi dari luar negeri terutama dari Korea Selatan.

Dari jutaan orang tersebut, banyak sekali keluarga yang diperkiran sudah sama-sama menua atau bahkan meninggal dunia, sehingga saat ini yang tersisa mungkin hanyalah keturunan seperti anak dan cucunya.

Dulunya, reuni semacam ini sempat akan diagendakan untuk dilangsungkan setiap tahun. Namun karena konflik di antara Korea Utara dan Korea Selatan yang semakin meruncing, maka reuni tersebut tidak jadi diadakan.

Reuni keluarga ini bisa terwujud berkat Deklarasi Panmunjom yang disepakati oleh Kim Jong Un dan Moon Jae In.

Deklarasi tersebut terdiri dari 9 poin yang salah satu di antaranya bersepakat untuk mengkahiri gencatan senjata di antara kedua belah pihak selama 68 tahun terakhir.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *