Menilik Jejak Pemilu Di Turki Yang Akhirnya Menangkan Erdogan

Menilik Jejak Pemilu Di Turki Yang Akhirnya Menangkan Erdogan

Turki baru saja melangsungkan pemilu akbar dalam memilih presiden yang baru untuk memimpin selama 5 tahun mendatang.

Dalam pemilu tersebut, terdaftar sekitar 56 ribu jiwa yang menentukan nasib sang presiden selanjutnya. Dalam pemilu tersebut, Recep Tayyip Erdogan yang pernah memimpin Turki selama 15 tahun akhirnya keluar sebagai kandidat pemenang.

Erdogan menang dengan angka mutlak 52 persen mengalahkan 5 kandidat lainnya, yaitu 5 Dogu Perincek, Meral Aksener, Muharrem Ince, Temel Karamollaoglu, dan Selahattin Demirtas.

Di Turki sendiri ada beberapa aturan terkait pemilu yang harus dipatuhi oleh pemilik hak suara. Misalnya saja, para pemilih tidak diperbolehkan untuk membawa kamera ataupun handphone saat masuk ke bilik suara.

Sebab dikhawatirkan hal tersebut akan mencederai netralisme pemilu yang dilaksanakan sejak pukul 8 pagi hingga 5 sore tersebut.

Selain itu, selama pemilu berlangsung, tidak boleh ada yang menyiarkan sesuatu mengenai pemilu, termasuk berkomentar di media sosial ataupun melakukan acara prediksi hasil pemilu seperti yang banyak diadakan di Indonesia.

Pembicaraan seputar hasil pemilu baru boleh dilakukan pada pukul 6 sore saat proses pemilihan berhasil. Itupun yang boleh dibicarakan dan disiarkan hanyalah berita resmi yang diturunkan dari Dewan Pemilu Turki atau sejenis Komisi Pemilihan Umum di Indonesia.

Hal ini sangat berbeda dengan di Indonesia, di mana prediksi hasil pemilu mulai dilaksanakan bersamaan dengan dibukanya bilik suara.

Bahkan sebelum pemilu berlangsung, media sudah ramai membicarakan mengenai persentase kemungkinan pasangan calon presiden yang diperkirakan akan menang.

Peraturan berikutnya yang mengiringi pemilu di Turki adalah larangan menjual dan mengonsumsi minuman beralkohol sejak pagi hari jam 6 hingga jam 4 sore selama pemilu berlangsung.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusuhan yang disebabkan oleh para pemabuk, maupun pesta tidak perlu yang dilakukan para fanatik partai.

Hasil pemilu Turki kali ini menyimpan sejarah tersendiri. Yang pertama, Erdogan menjadi satu-satunya presiden yang menjabat kembali setelah 15 tahun berkuasa.

Ia juga menjadi presiden pertama yang berada di bawah referendum konstitusi dan menjadi pemimpin tunggal Turki karena tidak ada lagi sosok Perdana Menteri.

Kemenangan Erdogan sendiri membuktikan bahwa demokrasi di Turki benar-benar berjalan dengan sangat baik. Meski melawan 5 kandidat lain, Erdogan bisa memenagi pemilu dengan mutlak sehingga tak perlu diadakan pemilu ke dua.

Erdogan sendiri menuturkan dirinya sangat senang karena bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat Turki. Erdogan pun berjanji untuk melakukan kewajibannya sebagai presiden dengan sebaik mungkin.

“Saya telah dipercaya oleh negara dengan tugas-tugas dan kewajiban kepresidenan,” tutur Erdogan.
Pemilu di Turki juga bisa dikatakan sukses karena diikuti oleh sebagian besar warga yang memiliki hak suara, mencapai 88 persen.

Itulah mengapa Erdogan menganggap Turki telah memberikan pelajaran demokrasi yang sangat apik kepada seluruh dunia.

“Turki telah memberikan pelajaran dalam demokrasi kepada seluruh dunia,” ujar Erdogan dalam pidato kemenangannya sesaat setelah diumumkannya hasil pemilu Turki yang membawanya kembali ke tampuk kepemimpinan tertinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *