Korea Selatan dan Amerika Serikat Akan Ada Pertemuan antara Korea Utara dan Jepang

Korea Selatan dan Amerika Serikat Akan Ada Pertemuan antara Korea Utara dan Jepang

Secara perlahan memang terlihat bahwa kekakuan Korea Utara terhadap dunia luar, termasuk negara-negara yang dianggap sebagai musuh, secara perlahan mulai menurun dan melunak.

Terbukti, beberapa bulan kemarin, tepatnya saat digelarnya Olimpiade 2018 Pyeongchang, Korea Utara bersedia bergabung dengan Korea Selatan untuk mengikuti ajang tersebut di bawah satu bendera unifikasi.

Padahal, Korea Selatan dan Korea Utara sudah terlibat perselisihan sejak tahun 1950 dan sampai sekarang belum ada keinginan untuk melebur menjadi satu Korea seperti yang dilakukan Jerman Barat dan Jerman Timur pada tahun 1990 lalu.

Namun dengan digelarnya Olimpiade 2018 Pyeongchang kemarin, menjadi salah satu bukti bahwa Korea Utara sekarang ini sudah tidak sekaku sebelumnya.

Setelah berada dalam satu bendera unifikasi tersebut, pimpinan Korea Utara dan Korea Selatan bertemu dan saling melintasi batas dari zona netral yang selalu dijaga ketat oleh pasukan khusus kedua negara.

Bahkan beberapa hari lalu juga, setelah bertahun-tahun tidak pernah ada kontak sama sekali, akhirnya ada juga pertemuan untuk kali pertama antara pimpinan Korea Utara dengan Amerika Serikat.

Padahal Korea Utara dan Amerika Serikat sama-sama saling membenci. Dengan terselenggaranya pertemuan-pertemuan tersebut, maka tersisa satu negara lagi yang masih berstatus ‘musuh’ menurut Korea Utara, yaitu Jepang.

Apakah dengan pertemuan dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat tersebut, maka ada kemungkinan bahwa juga ada pertemuan senada dengan Jepang?

Ternyata, pihak Korea Utara masih tetap tidak sudi untuk bertemu dengan Jepang. Hanya saja, jika memang harus ada pertemuan tingkat tinggi seperti itu, maka Korea Utara menginginkan agar Jepanglah yang harus meminta kepada mereka.

Persyaratan lain yang diminta oleh Korea Utara jika Jepang ingin bertemu adalah Tokyo harus menghentikan sikap permusuhan terhadap Pyongyang, serta Negeri Matahari Terbit tersebut menghentikan penumpukan pasukan militernya, termasuk melakukan agenda militer dalam skala besar yang menurut pihak Korea Utara adalah salah satu bentuk provokasi.

“Jika Jepang tidak melakukan koreksi atas ambisinya akan perdamaian dan keamanan, harus disadari jika hasil akhir di mana Jepang akan diabaikan tidak bisa dihindarkan.

Jepang harus menghentikan agenda latihan militer skala besar serta menghentikan upaya peningkatan kemampuan militernya yang ditujukan untuk menyerang,” tulis Kantor Berita Korea Utara, KCNA.

“Mereka juga harus membatalkan kebijakan permusuhannya terhadap kami, melupakan permusuhan di masa lalu dan menunjukkan ketulusan menuju perdamaian.”

Sebenarnya, pihak Pemerintah Jepang sudah beberapa tahun terakhir ini mencoba untuk mencari celah agar pertemuan tingkat tinggi dengan Korea Utara dapat terwujud. Namun sampai sekarang ini belum ada kesempatan untuk dapat mewujudkannya.

Bahkan dalam setahun terakhir, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe juga telah melakukan pertemuan dengan beberapa pemimpin negara lain, termasuk Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In.

Tidak hanya itu saja, Abe juga sudah bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, hanya saja sampai sekarang belum ada kesempatan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Kim Jong Un selaku pimpinan Korea Utara.

Besarnya, keinginan Abe untuk dapat bertemu pimpinan Korea Utara tersebut juga dibuktikan dengan selalu dititipkannya salam darinya untuk pemimpin mana saja yang akan bertemu dengan Kim Jong Un.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *