PNS Diawasi Sistem Online Untuk Pastikan Tak Ada Perpanjang Cuti Lebaran

PNS Diawasi Sistem Online Untuk Pastikan Tak Ada Perpanjang Cuti Lebaran

Sudah menjadi pemandangan yang wajar, setiap tahun saat hari pertama masuk setelah libur Lebaran akan terlihat adanya sidak di beberapa kantor pemerintahan.

Hal tersebut dilakukan karena banyak sekali para PNS yang sengaja mangkir di hari pertama masuk kerja dengan berbagai alasan.

Namun hal tersebut sebagian besar dikarenakan para PNS masih berada di kampung halaman atau masih betah berlibur.

Namun pemandangan berbeda terlihat di hari pertama masuk setelah libur Lebaran pada tanggal 21 Juni 2018 lalu. Tak terlihat lagi adanya sidak karena kini para PNS diawasi melalui sisten online.

Penggunaan teknologi ini diharapkan bisa mengurangi kerepotan sidak yang dirasa tidak perlu. Diakui Abnur, pengawasan melalui sistem online juga bisa meghemat waktu dan tenaga.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur.

“Dengan menggunakan teknologi, kita tidak perlu lagi melakukan sidak ke kantor-kantor pemerintahan, lebih mudah dan tepat sasaran.

Kalau sidak, kita kan juga terbatas waktu dan sumber daya manusianya. Sekarang sudah zamannya teknologi,” ujar Asman.

Menurut Asman, hal tersebut sudah diatur dalam Surat Edaran Menteri PANRB dengan nomor B/8/M.SM.00.01/2018 yang berisi mengenai upaya penegakan disiplin.

Para pegawai negeri sipil dan juga mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat yang sebelumnya sempat terhenti selama libur Lebaran.

Untuk memastikan semua hal berjalan lancar, para pimpinan instansi di berbagai tingkat diharapkan bisa melakukan pengawasan dengan baik agar tidak ada pegawai negeri sipil yang mangkir dari tugasnya.

Sedangkan untuk memantu kinerja para PNS di hari pertama libur Lebaran, pemimpin instansi diminta untuk melaporkannya melalui aplikasi https://sidina.menpan.go.id.

Aplikasi tersebut bisa diakses secara online sehingga dapat langsung diperiksa oleh pemerintah pusat. Untuk menghindari kesulitan pada saat pengisia, bisa meminta bantuan melalui aplikasi whatsapp maupun SMS di nomor 081398568088.

Menurut Asman, pemerintah pusat akan terus mengawasi pelaporan kehadiran masyarakat tersebut untuk menghindari adanya PNS yang membolos.

Adanya sistem secara online diharapkan bisa makin meningkatkan disiplin para PNS sehingga tidak lagi bolos dari hari kerja setelah liburan panjang.

Asman pun berharap para atasan tidak sungkan untuk menghukum dan memberikan sanksi kepada para PNS yang melanggar peraturan.

Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan efek jera sehingga tidak mengulangi perbuatan indisipliner di kemudian hari.

“Sanksi bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bolos di hari pertama masuk kerja telah diatur, baik berupa teguran lisan hingga pemotongan tunjangan kinerja.

Kecuali bagi yang sakit, tentunya dengan menunjukan surat dari pihak rumah sakit,” ujar Asman. Terbukti, pada saat adanya sidak.

Secara online yang dilakukan oleh Asman, tampak tingkay kehadiran para PNS di hari pertama kerja usai liburan panjang Idul Fitri cukup memuaskan.

“Saya punya alat kontrol baru. Saya bisa lihat secara online kehadiran pegawai ASN dari kementerian, lembaga, dan pemda. Saya tidak perlu lagi sidak ke lapangan,” jelas Asman.

Kalaupun masih ada PNS yang tidak masuk, hal itu dikarenakan mereka sudah mengajukan cuti tambahan dan akan menggantinya usai libur Lebaran berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *