Libur Lebaran Usai, PLN Kembali Jalankan Pembangkit

Libur Lebaran Usai, PLN Kembali Jalankan Pembangkit

Beberapa saat sebelum libur Lebaran dan ketika hari H, konsumsi listrik di DKI Jakarta tercatat menurun cukup drastis.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di mana konsumsi listrik di daerah DKI Jakarta mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan sebelum liburan.

Hal ini disebabkan warga Jakarta mulai banyak yang meninggalkan rumahnya untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Selain itu, kegiatan industri juga sudah berkurang karena pabrik banyak yang libur.

“Banyaknya warga Jakarta yang pulang ke kampung halaman dan liburnya aktivitas industri dan bisnis berdampak pada penurunan konsumsi listrik sekitar 2.500 Mega Watt (MW) atau 50 persen dari hari biasanya,” sebut keterangan resmi dari Kementerian ESDM.

Namun hal tersebut tidak membuat PLN menurunkan performanya terutama dalam bersiaga selama 24 jam untuk memastikan pasokan listrik tetap tersedia selama Lebaran.

PLN melalui 1.616 personelnya menerapkan jadwal jaga di 18 titik berbeda di Jakarta. Setelah libur Lebaran usai, PLN pun kembali akan memfungsikan beberapa pembangkit yang sempat diliburkan.

Hal ini disebabkan konsumsi listrik mulai meningkat kembali setelah Lebaran usai. Menurut Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Roekman, daerah Jawa dan Bali mulai menunjukkan peningkatan kondumsi listrik pad ahari Kamis, 21 Juni 2018 lalu.

Hal tersebut membuat sekitar 7.743 mega watt pembangkit listrik yang sempat diliburkan sudah kembali aktif meski baru dilakukan secara bertahap.

Pengaktifan seluruh pembangkit listrik tersebut akan dioptimalkan pada minggu-minggu ini di mana libur Lebaran sudah berakhir di hampir seluruh tempat di Indonesia.

Nantinya daya pasokan listrik di daerah Jawa Bali diperkirakan akan kembali ke angka 33.639 mega watt setelah saat Lebaran kemari hanya tercatat di angka 16.120 mega watt.

Saat libur Lebaran kemarin, PLN juga secara rutin menyiagakan para petugas yang selalu mengecek konsumsi listrik di berbagai daerah.

Pengecekan dianggap perlu dilakukan untuk menghindari perubahan tegangan yang terlalu mendadak setelah sempat menurun pada saat liburan dan kembali meningkat usai liburan berakhir.

Dengan memberikan layanan yang selalu siaga, PLN juga berharap masyarakat lebih tertib dalam membayar taghan listrik.

Masyarakat diharap sudah melunasi tagihan sebelum tanggal 20 setiap bulannya, karena jika lebih dari itu akan dikenai denda.

Jika sampai terlambat membayar, selain akan dikenai denda, orang yang bersangkutan juga kemungkinan bisa mengalami pemutusan listrik.

Hal tersebut tentu tidak diharapkan karena bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Sedangkan untuk pengguna listrik pra bayar,

PLN menghimbau agar selalu memastikan token telah terisi dan melakukan pengisian ulang sebelum benar-benar habis.

Untuk melaporkan berbagai gangguan yang dialami dalam hal listrik, masyarakat bisa menghubungi Contact Center PLN di nomor 123 selama 24 jam setiap harinya.

Selain itu, bisa juga menggunakan akun media sosial resmi PLN yakni Facebook (Pln 123) dan Twitter (@pln_123).

Dengan berbagai variasi pelayanan, diharapkan masyarakat tidak akan mengalami kesulitan untuk mengatasi masalah listrik yang mereka hadapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *