Jokowi Ingin Segerakan Pembangunan Terminal 4 Soekarno-Hatta

Jokowi Ingin Segerakan Pembangunan Terminal 4 Soekarno-Hatta

Belum lama ini, Presiden Joko Widodo menuturkan bahwa pembangunan terminal 4 di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta sebaiknya dipercepat.

Hal tersebut ia utarakan kepada Kementerian Perhubungan dan juga PT Angkasa Pura II (Persero). Jokowi meminta hal tersebut dikarenakan ingin mencegah terjadinya lonjakan penumpang di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.

Sebagai banda terbesar di Indonesia, Soekarno Hatta didatangi lebih dari 60 juta orang per tahun dari berbagai belahan dunia.

Di tahun 2025 nanti, Jokowi menyebutkan bisa terjadi lonjakan hingga 58,73% sehingga jumlah penumpang mencapai lebih dari 100 juta orang per tahunnya.

Jika pembangunan terminal baru tidak dilakukan mulai saat ini, dikhawatirkan nantinya Soekarno Hatta tidak akan bisa menampung penumpang.

“Saya sudah perintahkan kepada Menteri Perhubungan dan Direktur Utama AP II untuk menyiapkan terminal yang keempat.

Kalau terminal ini tidak juga segera dipersiapkan nanti Indonesia akan kedodoran lagi,” ujar Jokowi.

Meski Jokowi ingin pembangunan terminal 4 segera dilaksanakan, namun tampaknya hal tersebut tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

Hal itu dikarenakan hingga saat ini masih dilakukan proses perencanaan dan perkiraan anggarannya mencapai Rp 11 triliun.

Paling cepat, pembangunan terminal 4 Bandara Soekarno Hatta ini baru bisa dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang.

“Memang sudah tidak ada kesempatan lagi. Begitu direncanakan, desain langsung dikerjakan. Kurang lebih 2020 akan dimulai dan tadi langsung saya perintahkan juga agar segera disiapkan dan dimulai,” tambah Jokowi.

Selain membangun terminal baru, Jokowi juga menuturkan bahwa perlu ditambahkan runway untuk menampung lebih banyak pesawat.

Untuk penambahan runway ini diharapkan bisa selesai pada tahun 2019 mendatang, mengingat masalah pembebasan lahan sudah hampir selesai, tinggal 30% lagi.

Sementara ini, sambil menunggu pembebasan lahan sedang dibangun jalan yang nantinya akan menghubungkan apron da landasan pacu.

Diperkiran, pembangunan jalan tersebut akan selesai pada bulan Desember 2018. Dengan selesainya landasan pacu baru tersebut, angka keberangkatan dan pendaratan bisa lebih banyak.

Jika sebelumnya pesawat harus mengantre selama 20 sampai 30 menit, dengan adanya landasan pacu baru diharapkan waktu mengantre bisa berkurang.

Selain itu, arus lepas landas dan pendaratan juga akan bertamabah menjadi 120 take off/landing per jam dari 81 take off/landing per jam.

Jokowi menyebutkan, penambahan landasan pacu dan terminal baru memang dirasa perlu melihat pertumbuhan pengguna jasa penerbangan yang semakin banyak dari waktu ke waktu.

Dengan angka pertumbuhan mencapai 9% per tahun, sudah sewajarnya jika Indonesia menyiapkan bandara yang lebih layak.

“Kalau runway ketiga nanti selesai ya tidak ada antrean. Tapi kalau penumpangnya tambah lagi, ya tambah lagi runway-nya.

Ini kan kejar-kejaran dengan pertumbuhan pengguna jasa penerbangan di Indonesia yang tumbuh 9 persen per tahun.

Ini harus hati-hati, harus ada antisipasi dan hitung-hitungan,” jelasnya. Penambahan landasan pacu dan terminal baru juga diharapkan bisa menambah slot penerbangan terutama dari Asia ke Eropa yang selama ini masih mengalami banyak kendala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *