3 Senjata Mematikan Uni Soviet Yang Kini Jadi Andalan Rusia

3 Senjata Mematikan Uni Soviet yang Kini Jadi Andalan Rusia

Rusia dulunya merupakan bagian dari Uni Soviet, sebuah perserikatan yang dibentuk pada tahun 1922 beranggotakan 15 republik.

Uni Soviet ini merupakan sebuah perserikatan besar yang terdiri dari banyak suku dan ras, namun sama-sama mengedepankan paham komunis.

Banyak yang menyamakan Rusia dengan Uni Soviet, padahal keduanya sama sekali berbeda. Namun Rusia memang punya hubungan erat dengan.

Uni Soviet karena menjadi salah satu dari 15 republik yang tergabung dalam perserikatan tersebut.

Bukan hanya sekedar menjadi anggota, Rusia juga memiliki kedudukan yang cukup besar di dalan Uni Soviet. Terbukti, Uni Soviet menggunakan kota Moskow sebagai ibu kota mereka.

Namun di tahun 1991, Uni Soviet pun dibubarkan dan republic-republik yang tergabung di dalamnya berdiri menjadi negara yang mandiri, termasuk Rusia.

Meski demikian, ternyata masih banyak peninggalan Uni Soviet yang hingga saat ini dipakai oleh Rusia, termasuk senjata.

Meski usianya sudah tak lagi muda, senjata-senjata tersebut ternyata masih bisa dipakai hingga kini, bahkan umumnya jauh lebih baik daripada senjata baru.

Yang pertama adalah Gryazev-Shipunov GSh-30-1, sebuah meriam otomatis yang banyak terpasang di jet tempur Rusia, seperti MiG-29 dan juga Su-57.

Jet-jet tersebut merupakan keluaran baru yang dilengkapi berbagai alat canggih, namun masih mengandalkan Gryazev-Shipunov GSh-30-1 sebagai salah satu senjata utama.

Hal tersebut dikarenakan Gryazev-Shipunov GSh-30-1 mampu melepaskan lebih dari 1.5000 peluru dalam waktu satu menit saja.

Senjata ini sangat ampuh untuk menggempur kendaraan berat seperti tank. Gryazev-Shipunov GSh-30-1 juga memiliki jarak tembak yang sangat jauh, mencapai 800 meter saat digunakan di udara dan 1.800 meter saat dipakai di darat.

Kelebihan-kelebihan tersebut membuat Rusia hingga saat ini belum memensiunkan Gryazev-Shipunov GSh-30-1.

Selain Gryazev-Shipunov GSh-30-1, Rusia juga mewarisi GSh-23 dari Uni Soviet. GSh-23 merupakan meriam dengan laras ganda yang dibuat pada tahun 1960an.

Meriam ini biasanya dipasangkan di badan pesawat dan helicopter tempur. Meski merupakan peninggalan Uni Soviet, namun GSh-23 adalah senjata buatan Jerman yang diciptakan oleh Karl Gast.

GSh-23 memang diciptakan di tahun 1960, namun senjata ini memiliki sistem pemuatan yang sangat canggih sehingga bisa menembakkan peluru jauh lebih cepat dibanding meriam biasa yang berlara tunggal.

Selain itu, GSh-23 juga mudah dirawat sehingga selalu menjadi andalan Rusia dalam berbagai peperangan.

Yang terakhir adalah AK-630. Senjata satu ini bisa jadi yang paling tidak asing untuk masyarakat awam.

AK-630 merupakan sebuah meriam yang bisa menembakkan 5.000 peluru per menitnya. Karena kecanggihannya ini, AK-630 selalu disertakan dalam kapal-kapal modern yang kini dimiliki Rusia.

Meski demikian, AK-630 yang cukup berat ternyata kurang efektif digunakan dalam peperangan masa kini yang terjadi di laut, sehingga AK-630 lebih sering dipakai di darat untuk menjatuhkan pesawat musuh yang melintas.

Ketiga senjata tersebut masih terawat dengan baik dan sering terlihat menempel pada berbagai kendaraan tempur milik Rusia.

Saat ada perang, bisa dipastikan ketiga senjata tersebut maju paling depan untuk melindungi Rusia. Selain Rusia, negara lain yang memiliki masalah kenegaraan adalah Korea Utara yang hingga saat ini masih menjadi negara tertutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *